Mengenal Sistem Jaringan Internet/Intranet

Dewasa ini, istilah jaringan komputer bukanlah sesuatu yang asing lagi. Hampir di setiap bidang usaha, baik perusahaan yang berskala nasional maupun internasional, menggunakan jaringan komputer untuk mempermudah dan memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Selain di bidang usaha, jaringan komputer sudah banyak dimanfaatkan di bidang pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Salah satu aplikasi jaringan komputer dalam skala besar adalah Internet. Internet merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini dapat terjadi karena perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat sehingga dalam beberapa tahun, jumlah pengguna Internet berlipat ganda.

1. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Hubungan tersebut menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga setiap komputer dapat saling berbagi informasi, program, penggunaan perangkat keras seperti printer atau hard disk secara bersama. Sebuah jaringan, biasanya, terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan, saling berbagi sumber daya, dan saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer tersebut dapat terhubung oleh media kabel (wireline) ataupun dengan media tanpa kabel (wireless). Media tanpa kabel menggunakan gelombang radio atau frekuensi tertentu yang berfungsi sebagai pengantar informasi.

2. Manfaat Jaringan Komputer
Jaringan komputer sangat banyak digunakan oleh orang, baik untuk kepentingan bisnis maupun untuk kepentingan pribadi. Hal itu tidak terlepas dari manfaat yang diberikan oleh jaringan komputer. Di bawah ini akan di elaskan manfaat dari jaringan komputer.

a. Pembagian Sumber Daya (Sharing Resources)
Pembagian sumber daya bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer. Pembagian ini terlaksana tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

b. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antarpengguna, baik untuk teleconference maupun mengirim informasi yang penting.

c. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja. Proses tersebut dapat didistribusikan oleh komputer lainnya. Oleh sebab itu, data yang terintegrasi akan memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

d. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya. Contohnya, satu printer dapat digunakan oleh sejumlah komputer secara bersamasama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat hard disk dan peralatan lainnya. Misalnya, untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus, pemakai cukup memusatkan perhatian pada hard disk dalam komputer pusat.

e. Keamanan Data
Sistem jaringan komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Penyebabnya, pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan hard disk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

f. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama-sama, pemakai jaringan komputer akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu, data atau informasi yang diakses selalu terbaru karena setiap perubahan dapat segera diketahui oleh pemakai.

3. Macam-Macam Jaringan Komputer
Pengelompokkan tipe jaringan komputer dapat didasarkan pada beberapa kriteria. Pertama, berdasarkan distribusi sumber informasi atau data. Kedua, berdasarkan jangkauan wilayah geografi s. Ketiga, berdasarkan peranan dan hubungan setiap komputer dalam proses pertukaran data, dan keempat berdasarkan media transmisi yang digunakan. Berikut ini kamu akan mengetahui pengelompokkan jaringan komputer berdasarkan pada beberapa kriteria tersebut.

a. Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/Data.
Berdasarkan kriteria ini, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan terpusat (host based network) dan jaringan terdistribusi (distributed network).

1) Jaringan Terpusat (Host Based Network)
Jaringan terpusat terdiri atas komputer induk (host/server) dan satu atau lebih komputer terminal (workstation). Komputer induk (host/server) berfungsi untuk melayani kebutuhan komputer terminal. Komputer induk menyimpan banyak data dan program aplikasi untuk melakukan pengolahan dan pemrosesan data. Komputer terminal, biasanya, berfungsi sebagai perantara untuk mengakses komputer induk. Penerapan jaringan ini dapat kamu lihat pada kehidupan sehari-hari. Contoh penerapannya dapat kamu lihat di kasir supermarket ataupun pusat perbelanjaan. Ketika melakukan transaksi pembayaran, sang kasir akan mengakses database barang yang terdapat di komputer induk. Jadi, hanya dengan memindai kode barang suatu produk, nama barang, harga, dan jumlah persediaan barangnya akan tampil. Semua data tersebut terdapat di dalam suatu database yang tersimpan di dalam komputer induk. Komputer yang digunakan oleh kasir berfungsi sebagai komputer terminal.

2) Jaringan Terdistribusi (Distributed Network)
Jaringan terdistribusi merupakan jenis jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer induk (host/server). Komputer server ini berfungsi sebagai pusat layanan data dan program aplikasi yang disediakan untuk dapat diakses oleh komputer terminal (workstation). Jaringan ini dapat dibentuk dari beberapa jaringan berbasis induk atau terpusat. Dewasa ini, banyak perusahaan yang beralih dari jaringan terpusat menjadi jaringan terdistribusi. Alasannya, dengan jaringan terdistribusi, setiap komputer induk (host/server) dapat melayani bagian-bagian yang berbeda. Misalnya, bagian keuangan hanya dapat mengakses ke satu komputer induk atau bagian marketing hanya mampu mengakses ke satu komputer induk yang berbeda. Komputer-komputer induk itu terhubung ke satu komputer induk (host/server) yang utama.
b. Berdasarkan Jangkauan Wilayah Geografis
Berdasarkan jangkauan wilayah geografi s, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan WAN (Wide Area Network).

1) Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berjarak sampai beberapa kilometer. Umumnya, jarak jaringan ini tidak lebih dari satu kilometer karena transfer data atau informasi menjadi lebih lambat jika terlalu jauh. LAN sering kali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam suatu perusahaan atau pabrik-pabrik. Tujuannya, agar komputer-komputer itu dapat berbagi sumber daya, misalnya printer dan dapat saling bertukar informasi.

2) Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan LAN berukuran lebih besar dan menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup gedung-gedung yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota. Jaringan MAN dapat berupa jaringan tunggal, jaringan televisi kabel, jaringan telepon selular, dan juga dapat terbentuk dari gabungan sejumlah LAN. Selain itu, jaringan MAN mampu menunjang pemindahan data dan suara. Contoh penerapannya adalah jaringan pada kantor pusat sebuah bank dengan kantor cabangnya. Misalnya, kantor tersebut berada di Bandung dan dapat berhubungan dengan kantor cabang yang letaknya di Bogor.

3) Wide Area Network (WAN)
Jangkauan Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. Contoh penerapan WAN adalah jaringan yang terdapat di suatu perusahaan yang terletak di luar negeri, misalnya di Amerika. Perusahaan tersebut dapat berhubungan secara cepat dengan kantor cabang yang terdapat di Jakarta. Jenis jaringan ini, biasanya, memanfaatkan jaringan Internet dan jaringan telepon.
c. Berdasarkan Peranan dan Hubungan Setiap Komputer dalam Proses Pertukaran Data.
Jaringan komputer berdasarkan peranan dan hubungan setiap komputer dalam proses pertukaran data dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Pertama, jaringan client-server dan kedua, peer to peer.

1) Client Server
Jaringan client server merupakan jaringan komputer yang terdiri dari satu atau beberapa komputer sebagai komputer server dan beberapa komputer lain sebagai komputer client. Perbedaan komputer server dan client terletak pada so ware dan hardware yang terpasang di dalamnya. Biasanya, komputer server memiliki spesifi kasi hardware yang lebih tinggi dibandingkan dengan komputer client. Selain spesifi kasi hardware, perbedaan lainnya adalah so ware yang digunakan. Contoh so ware server antara lain mail server, database server, file server, web server. Prinsip kerja jaringan client server adalah komputer server akan melayani komputer client yang mengajukan permintaan data atau informasi. Selain itu, komputer server menjalankan program aplikasi yang tersimpan di dalamnya.

2) Peer to peer
Pada jaringan peer to peer, setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun sebagai server. Jaringan ini, biasanya, digunakan untuk kepentingan berbagi (sharing) data atau media penyimpanan (storage). Contohnya, berbagi data antarjaringan. Misalnya, terdapat 3 buah komputer, yaitu komputer A, B, dan C. Masingmasing komputer memberikan hak akses kepada komputer lainnya. Ketika komputer A mengambil fi le dari komputer B, komputer A berperan sebagai client dan komputer B berperan sebagai server. Begitu pun sebaliknya.

4. Topologi Jaringan
Skema jaringan komputer atau topologi jaringan merupakan suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token ring, dan star. Masing-masing topologi mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

a. Topologi Bus
Topologi bus menggunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat untuk menghubungkan seluruh workstation dan server. Keunggulan topologi bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah jika terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat, seluruh jaringan akan mengalami gangguan.
Kelebihan
  1. Hemat kabel.
  2. Tata letak kabel sederhana.
  3. Mudah dikembangkan.
Kekurangan
  1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.
  2. Kepadatan arus data.
  3. Jika salah satu client rusak, jaringan tidak dapat berfungsi.
  4. Diperlukan repeater (alat penguat sinyal) untuk jarak jauh.
b. Topologi Token Ring
Metode Token Ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringannya disebut loop. Data dikirimkan ke setiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul akan diperiksa alamatnya apakah data itu untuk simpul tersebut atau bukan.
Kelebihan
  • Hemat kabel dan tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus. Hal ini karena satu node hanya dapat mengirimkan data pada suatu saat.
Kekurangan
  • Setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan. 
  • Jika terdapat gangguan di suatu node, seluruh jaringan akan terganggu (peka terhadap gangguan) dan pengembangan jaringan yang kaku. Setiap komputer, printer atau alat yang terhubung dengan jaringan disebut node.
c. Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server melalui hub atau switch.
Kelebihan
  1. Setiap workstation memiliki kabel sendiri ke server. Dengan demikian, bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin besar sehingga dapat meningkatkan kerja jaringan secara keseluruhan.
  2. Jika terdapat gangguan di suatu jalur kabel, gangguan tersebut hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server. Sementara itu, seluruh jaringan tidak mengalami gangguan. Selain itu, terdapat pengontrolan sumber daya dan data secara terpusat, bersifat fl eksibel, dan kemudahan mendeteksi serta mengisolasi kesalahan atau kerusakan. 
Kekurangan Jaringan ini membutuhkan kabel yang dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya. Selain itu, memerlukan penanganan khusus jika terdapat permasalahan.

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments