Benda Angkasa Menghujam Bumi di Rusia Tengah, Kelas 6, Tema 9, Subtema 2

Benda Angkasa Menghujam Bumi di Rusia Tengah_Aku pernah mendengar tentang sebuah benda angkasa luar yang jatuh ke Bumi. Benda apakah yang dimaksud? Sekali lagi bumi diguncang oleh kabar jatuhnya meteorit. Kali ini lokasi kejadiannya berada di kota Chelyabinsk, Rusia Tengah. Kejadian pada jumat, 15 Februari 2013 ini ditandai dengan munculnya bola api dan jejak kabut tebal di langit serta disertai ledakan hingga kaca-kaca rumah bergetar. Hal ini terjadi karena kecepatan meteorit yang sangat tinggi, jauh melebihi kecepatan suara, sehingga menimbulkan dentuman sonik yang terdengar seperti ledakan. Lebih dari 1.000 orang cedera pada peristiwa ini. Bukan karena serpihan meteorit, namun karena timbulnya gelombang kejut yang merusak bangunan-bangunan di kota itu.

Russian Academy of Science menyatakan berat meteorit yang jatuh di negaranya diperkirakan 10 ton, dan melesat dengan kecepatan 54 ribu kilometer/jam menembus atmosfer Bumi. Sebagiannya langsung terbakar, dan sebagiannya hancur dengan sebaran wilayah seluas 30-50 kilometer.

Seperti telah diketahui, di angkasa luar bertebaran batu dan debu angkasa -asteroid dan meteorit- dengan berbagai ukuran. Ketika mengorbit, Bumi beberapa kali menumbuk jutaan meteorit. Ada kalanya pula asteroid yang mengorbit dekat dengan Bumi tertarik gravitasi Bumi. Ketika asteroid atau meteorit masuk ke dalam Bumi, partikel pada lapisan atmosfer di permukaan Bumi menggeseknya hingga sebagian besar habis terbakar. Sebagian yang tidak terbakar terlihat seperti pita cahaya di langit malam, yang kita sebut dengan meteor. Tidak semua meteorit berakibat fatal seperti yang terjadi di Chelyabinsk. Dua per tiga wilayah Bumi yang terdiri atas air memberi kemungkinan lebih besar atas jatuhnya meteorit di lautan.

Berdasarkan data Masyarakat Meteorit (Meteoritical Society), ada 34.513 meteorit yang tercatat sejak tahun 2300 sebelum Masehi. Data tersebut bersumber dari temuan batu meteorit atau kawah yang tercipta akibat tumbukannya.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber berita dan Magic Tree House-Space, Will Osborne and Mary Pope Osborne, www.sciencekids.co.nz.

Berdasarkan bacaaan di atas, benda angkasa luar apakah yang menghunjam Bumi di Rusia Tengah?
  • Benda angkasa luar apakah yang menghunjam Bumi di Rusia Tengah adalah meteorit
Bagaimana ciri-ciri asteroid itu?
  • Ateroid memiliki bentuk yang tidak beraturan, permukaannya berlubang atau berkawah raksasa. Bentuk dan ukuran tetapi ukurannya tidak lebih besar dari planet, permukaannya berbatu, jumlahnya memang sangat banyak yaitu sampai beribu-ribu bahkan berjuta-juta.
Apa yang membedakan antara asteroid, meteorit, dan meteor?
  • Asteroid adalah benda asing yang menuju Bumi masih melintas di luar angkasa. Tepat ketika benda atau asteroid tersebut masuk ke atmosfer bumi namanya menjadi berubah yaitu menjadi meteoroid. Benda angkasa bisa disebut dengan meteor jika benda angkasa atau meteoroid tersebut memasuki atmosfer bumi dan dapat dilihat di langit dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop. Meteor inilah yang sering disebut sebagai “bintang jatuh”. Apabila meteor itu meledak atau menumbuk bumi, sisa ledakan atau tumbukan yang ditemukan disebut meteorit. Meteorit ini bisa juga disebut sebagai “bintang jatuh” yang sampai dipermukaan bumi.
Apa yang menyebabkan ledakan yang terjadi di wilayah itu?
  • Karena kecepatan meteorit yang sangat tinggi, jauh melebihi kecepatan suara, sehingga menimbulkan dentuman sonik yang terdengar seperti ledakan. 
Apa yang mungkin terjadi jika asteroid yang sama jatuh di dekat wilayahmu? Berikan alasan sesuai fakta yang kamu temukan pada teks tersebut.
  • Bangunan akan rusak karena gelombang kejut apabila jatuh dekat dengan pemukiman, dan akan tercipta kawah akibat tumbukannya.
Ayo Lakukan!
Ceritakan kembali dengan kalimatmu sendiri tentang benda langit yang menghunjam ke Bumi sesuai bacaan di atas. Gunakan kalimat dan tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pada hari Jumat tanggal 15 Februari 2013, sebuah meteor jatuh di Chelyabinsk, Rusia Tengah. Jatuhnya meteor berbobot 10.000 ton (lebih dari muatan 1.000 truk) itu di luar perkiraan. Meski sejumlah lembaga penerbangan dan antariksa memiliki program patroli langit untuk memantau benda-benda asing yang berpotensi membahayakan Bumi, masuknya batuan antariksa berukuran 17 meter itu sulit dideteksi.
Tak ada data pasti berapa banyak asteroid di sekitar Bumi yang berpotensi mengancam kehidupan di Bumi. Makin kecil ukurannya, jumlahnya makin besar dan makin banyak yang tidak diketahui.
Masuknya batuan antariksa ke atmosfer Bumi juga tidak selalu menimbulkan dampak bagi manusia. Bumi memiliki atmosfer tebal dengan kerapatan bervariasi. Kerapatannya makin tinggi di permukaan Bumi. Partikel di atmosfer Bumi itu menggesek batuan yang masuk hingga sebagian besar habis terbakar. Tanpa atmosfer, wajah Bumi akan penuh kawah dan lubang seperti Bulan akibat hantaman asteroid.
Benda langit seperti asteroid ada kalanya dapat jatuh ke Bumi. Hal ini disebabkan karena gaya gravitasi Bumi yang menyebabkan benda-benda itu tertarik menuju planet Bumi. Sebagian benda dapat terhalangi oleh atmosfer Bumi, namun sebagian lain tidak, sehingga dapat sampai ke permukaan Bumi.

Bumi juga memiliki gaya gravitasi yang menyebabkan kita tetap dapat berdiri. Gaya itu juga yang menyebabkan sebuah benda akan kembali jatuh ke bawah jika kita melemparkannya ke atas. Coba kita buktikan dengan melakukan permainan bola berikut ini.
Jumlah pemain : minimal 10 orang
Peralatan : bola basket
  1. Bentuklah sebuah lingkaran bersama teman-temanmu.
  2. Guru memegang sebuah bola di tengah lingkaran sambil men-dribble (memantul-mantulkan) bola.
  3. Mulailah berhitung. Ingat nomormu dan nomor teman-temanmu.
  4. Seluruh peserta berlari perlahan dengan arah yang disepakati (searah/berlawanan dengan jarum jam).
  5. Gurumu akan menyebutkan sebuah nomor dan melemparkan bola ke pemegang nomor yang disebutkan.
  6. Apabila bola tertangkap, maka selanjutnya penangkap akan menyebutkan nomor teman lainnya sambil memantulkan dan membidik bola, kemudian melemparnya.
  7. Apabila lemparan bola tertangkap oleh pemegang nomor yang disebutkan, maka pelempar akan keluar dari permainan, dan penangkap akan menyebutkan nomor lainnya.
  8. Apabila lemparan bola tidak tertangkap, maka pemegang nomor yang disebutkan harus keluar dari permainan. Begitu seterusnya.
  9. Pemenang permainan adalah yang paling lama bertahan dalam lingkaran.

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments