Ayo Menghemat Energi

Penghematan energi atau dalam istilah lain sering disebut dengan konservasi energi merupakan tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Hal ini menjadi sangat penting karena energi harus dipakai seefektif mungkin, terutama sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Penghematan energi
harus dilakukan terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan pada lingkup yang lebih luas. Kemudian pertanyaannya adalah kenapa kita harus menghemat energi? Dengan berhemat energi, sama artinya dengan kita telah menjaga lingkungan. Listrik misalnya. Listrik yang kita pakai sehari-hari berasal dari alat yang bernama generator. Generator ini dihidupkan atau beroperasi dengan bahan bakar seperti batubara yang berasal fosil. Fosil itu berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang sudah mati jutaan tahun lalu. Fosil-fosil itu diambil dari dalam Bumi dan jika digunakan terus-menerus, maka lambat laun ketersediannya akan habis. Padahal untuk menghasilkan energi fosil tersebut diperlukan waktu ratusan bahkan jutaan tahu. Selain itu, energi fosil juga menghasilkan emisi berupa karbon dioksida atau CO2. Dengan kita menghemat energi, itu artinya kita telah mengurangi emisi CO2  serta mencegah kekurangan energi di masa yang akan datang.

Selain itu, dengan berhemat energi, kita bisa mengurangi biaya tagihan listrik setiap bulan. Uang hasil penghematan itu bisa kita gunakan untuk keperluan lainnya.

Upaya konservasi energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien di mana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan.

Salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah energi listrik. Energi listrik menjadi energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A) dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan atau menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.

Energi yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya. Energi ini besarnya dari beberapa Joule sampai ribuan hingga jutaan Joule.

Berbagai pembangkit tenaga listrik didirikan sesuai dengan potensi daerah. Pembangkit listrik yang ada, misalnya: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geotermal), dan sebagainya.

Selain kantor dan pabrik, salah satu pengguna listrik terbanyak adalah rumah tangga. Di wilayah yang telah terjangkau listrik, sebagian besar kegiatan rumah tangga memanfaatkan energi listrik seperti untuk penerangan, televisi, radio, memompa air dari dalam sumur dan lain sebagainya.

Secara umum penggunaan energi listrik dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :

1. Basic Electricity
Basic Electricity merupakan penggunaan energi listrik secara langsung. Maksudnya adalah energi listrik tersebut langsung digunakan sebagai tenaga utama secara langsung tanpa adanya proses lebih lanjut. Penggunaan energi listrik dengan basic electricity umumnya digunakan pada lampu pijar atau lampu tabung, kipas angin, bor listrik, mesin pompa air, motor listrik, lemari es, elemen pemanas, serta alat listrik lain yang tidak menggunakan rangkaian elektronika.

2. Basic Electronic
Basic Electronic adalah penggunaan energi listrik melalui pemrosesan terlebih dahulu didalam komponen-komponen elelektronika. Sehingga energi listrik diproses terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai tenaga utama dalam kebutuhan yang sesungguhnya. Penggunaan energi listrik dengan basic electronik umumnya digunakan pada pesawat radio, televisi, tape recorder, komputer, VCD/DVD player, amplifier, lampu hemat energi, dan perangkat elektronik lain yang menggunkan rangkaian elektronika

Agar energi yang tersedia dapat digunakan untuk generasi yang akan datang, maka sangat penting untuk menghemat energi. Penghematan energi sangat penting terutama untuk sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Mengapa demikian? Karena untuk mendapatkan sumber energi baru diperlukan waktu yang sangat lama serta biaya besar. Bagaimana cara melakukan penghematan energi?

Kita mulai dari tindakan sederhana, dan diawali dari lingkungan sekitar kita. Misalnya di rumah dan di sekolah. Tindakan tersebut diantaranya;
  1. Menggunakan peralatan listrik yang memerlukan energi listrik sangat kecil
  2. Memadamkan lampu dan berbagai peralatan listrik lain jika tidak digunakan, misalnya televisi, radio tape, pendingin ruangan (AC/Air Conditioning.)
Apakah kita cukup melakukan penghematan energi pada energi listrik saja? Tentu saja tidak, penghematan energi tidak hanya pada energi listrik, berbagai jenis energi yang kita gunakan harus dihemat juga. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghemat energi, antara lain sebagai berikut.
  1. Makan makanan secukupnya. Artinya, kita tidak boleh terlalu banyak makan atau terlalu kurang makan. Jangan sampai kita membuang makanan.
  2. Menggunakan air secukupnya. Tutup kran air apabila tidak dipakai.
  3. Menggunakan kendaraan seefektif mungkin untuk mengurangi bahan bakar. Gunakan pula kendaraan yang hemat bahan bakar.
  4. Bila memasak dengan kompor gas, pakailah gas itu sesuai kebutuhan.

Harus kita akui bahwa kita hidup pada zaman dimana hampir semua kegiatan manusia tergantung pada listrik. Mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga pekerjaan industri seperti perkantoran, perusahaan transportasi, instansi pemerintahan dan semua kegiatan lainya. Akan tetapi akhir-akhir ini kita sedang dihadapkan dengan masalah mulai berkurangnya pasokan energi listrik ini ke sejumlah daerah. Pengefisiensian mutlak diperlukan terhadap penggunaan energi listrik. Diantaranya yang dapat dilakukan adalah pembatasan waktu penggunaan peralatan elektronik mulai pukul 17.00 hingga pukul 22.00 atau penggunaan peralatan yang hemat energi. 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa energi listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus terpenuhi untuk dapat melakukan berbagai macm aktivitas. Pemanfaatan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan cara penggunaanya, yaitu Basic Electricity dan Basic Electronic. Dengan adanya energi listrik dalam kehidupan juga memberikan dampat positif dan negtif. Dampak positifnya adalah semakin bagi kita untuk melakukan sesuatu karena hampir sebagian besar peralatan sudah menggunakan energi listrik. Dampak negatifnya adalah tanpa disadari manusia menjadi semakin malas dan enggan mengerjakan sesuatu yang berat. Hal ini dikarenakan sudah terbiasa dan dimanja dengan kemudahan-kemudahan akibat adanya energi listrik.

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments